Kamis, 20 Februari 2014

SANGGAR AL-IKHLAS ( TARIAN ANGEN PEUDUROI )

TARIAN ANGEN PEUDUROI
salah satu tari kreasi dari Sanggar Al-Ikhlas dengan mencerita kan Negri dan Rakyatnya yang sedang berjuang untuk berkembang dalam hembusan angin yang sedang melaju untuk memukul Negri ini lah vidio berdurasi lebih kurang 8 menit

selamat menyaksikan !!




Sabtu, 15 Juni 2013

TARI RANUP LAMPUAN


Ranup Lampuan adalah kesenian tari yang berasal dari Nangroe Aceh Darussalam. Tari ini merupakan visualisasi dari salah satu filosofi hidup warga Aceh, yakni menjunjung keramah-tamahan dalam menyambut tamu. Gerakan demi gerakan dalam Ranup Lampuan menggambarkan prosesi memetik, membungkus, dan menghidangkan sirih kepada tamu yang dihormati, sebagaimana kebiasaan menghidangkan sirih kepada tamu yang berlaku dalam adat masyarakat Aceh. Menilik karakteristiknya, atas dasar tersebut, tari ini digolongkan ke dalam jenis tari adat/upacara.
Sejarah Ranup Lampuan
Ranup (atau ranub) dalam Bahasa Aceh memang berarti sirih, sementara lampuanterdiri dari dua kata, yakni (lam) yang artinya dalam, dan (puan) yang berarti tempat sirih khas Aceh. Tarian ini diciptakan oleh Yusrizal (Banda Aceh) kurang lebih pada 1962 (Burhan, 1986; 141). Tak lama setelah populer di Banda Aceh, tari ini berkembang di berbagai daerah lainnya di Nangroe Aceh Darussalam. 
Selain Ranup Lampuan, koregrafer tersohor Aceh ini, bersama grup tari Pocut Baren, juga banyak menciptakan tari-tari tradisional Aceh lainnya, seperti Meusare-sare, Bungong Sieyueng-yueng, Tron U Laot, Poh Kipah, Tari Rebana, dan Sendratari Cakra Donya Iskandar Muda,Pada awalnya, tari Ranup Lampuan yang dibawakan oleh 7 penari perempuan ini diciptakan dengan iringan musik modern (band atau orkestra), namun dalam perkembangannya, Ranup Lampuan lebih sering diiringi musik tradisional khas Aceh, “Serune Kalee”, sebagaimana diusulkan sejumlah pihak pada waktu itu. 
Makna dalam Ranup Lampuan
Setiap gerakan dan atribut dalam tarian ini mengandung makna simbolik. Sebagai gambaran, seluruh gerakan dalam tari ini dibawakan dengan tertib dan lembut sebagai ungkapan keikhlasan menerima tamu. Terdapat juga gerakan salam-sembah dengan tangan mengayun ke kiri, ke kanan, dan ke depan sebagai perlambang kekhidmatan mempersilakan para tamu untuk duduk. Lantas, sirih dalam puan pun dihidangkan secara nyata oleh para penari kepada tamu yang mereka sambut. Dalam masyarakat Aceh, sirih dan puan merupakan perlambang kehangatan persaudaran. Selain sebagai hidangan penyambut tamu, ranup atau sirih mempunyai peran yang penting dalam ritus-ritus sosial masyarakat Aceh, sehingga ia selalu ada dalam berbagai prosesi, dari mulai pernikahan, sunatan, bahkan ketika menguburkan jenazah.

Jumat, 14 Juni 2013

PROFIL SANGGAR SENI AL-IKHLAS DEWANTARA

Sanggar Seni AL-IKHLAS Dewantara merupakan salah satu dari 95 Sanggar Seni Di Aceh Utara Yang telah Banyak Melakukan Partisi Dalam Acara Di Propinsi Nanggroe Aceh Darrusalam.

“Mate aneuk meupat jrat, mate adat hana pat tamita.”

Mengingat pepatah tersebut, maka berbagai upaya telah kami lakukan demi menciptakan insan seni yang lebih kreatif dalam berkarya dan mencintai adat budaya indatu mereka. Dengan segenap motivasi yang kami miliki, maka dengan ini kami juga menyatakan diri siap untuk menjadi promotor seni yang senantiasa mempromosikan Seni Budaya Aceh kepada wisatawan-wisatawan dalam dan luar negeri.Sanggar Seni Al-Ikhlas merupakan wadah dan tempat berkesenian, tempat mengembangkan kreatifitas dan berkarya dalam rangka menggali potensi seni anak bangsa untuk mempertahankan nilai-nilai seni budaya dan tradisi berrkesenian di Aceh. Berkat dukungan dari seluruh masyarakat Aceh Utara, Sanggar Seni Al-Ikhlas telah banyak menghadiri undangan keluar daerah untuk menampilkan pementasan seni budaya. Hal itu menjadi motivasi tersendiri bagi pengurus untuk terus mengusahakan yang terbaik bagi prestasi sanggar dan daerah. Kegiatan-kegiatan dan prestasi Sanggar Seni Al-Ikhlas turut memberikan kontribusi dalam mengangkat kebesaran dan kejayaan Kesenian Pasee yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Nasional dan Internasional.Sebagai salah satu sanggar terbesar di Aceh Utara, Sanggar Seni Al-Ikhlas selalu ingin memberikan yang terbaik untuk daerah. Prestasi-prestasi yang selama ini diraih juga tidak luput dari dukungan semua pihak. Kami yang bekerja dan Anda-anda lah yang mendukung, baik moril maupun materil. Begitulah cara untuk membangkitkan dan memelihara adat budaya indatu yang hampir terasingkan dari kalangan masyarakat Aceh sendiri.

VISI

Terciptanya nilai-nilai Seni Budaya Aceh yang bekualitas dan memiliki marwah kultural di kalangan masyarakat Kabupaten Aceh Utara khususnya dan Provinsi Aceh pada umumnya.

MISI
Mengembangkan Seni Budaya Tradisional dan Seni Budaya yang bernilai IslamiMeningkatkan mutu nilai karya seni pada komunitas-komunitas seni yang ada di Kabupaten Aceh UtaraBerikut beberapa  jenis seni yang terdapat dalam kegiatan-kegiatan di Sanggar Seni Al-Ikhlas :Seni Tari (Tradisi dan Kreasi),Seni Teater,Seni Sastra,Seni Musik (Tradisional dan Moderen),Seni Tata Rias dan Busana,Seni Rupa, danSeni Budaya Islami.Diantara kegiatan seni-seni yang tersebut di atas, Seni Tari Tradisional lah yang paling diminati oleh para pelaku seni di Sanggar Seni Al-Ikhlas sehingga sebagian besar kegiatan seni disini lebih terfokus pada kegiatan Seni Tari tersebut. Alasan Seni Tari Tradisional ini sangat diminati adalah karena jenis seni tari tersebut banyak mengusung konsep-konsep keacehan yang sejak dari zaman dahulu telah dijadikan adat budaya oleh para nenek moyang kita.

KEGIATAN INTERNAL·         
Pembinaan Sanggar Kegiatan ini merupakan kegiatan utama sanggar agar tetap berjalan sesuai cita-cita yang ingin dicapai. Kegiatan ini meliputi : latihan rutin anggota, sharing info-info terbaru dalam perkembangan dunia seni, dan pembinaan kepercayaan diri anggota.·Mengukuhkan Keberadaan SenimanKegiatan ini dimaksudkan agar pelaku-pelaku seni di Sanggar Seni Al-Ikhlas nantinya dapat mandiri dan mampu menyebarkan ilmu-ilmu seni yang dimiliki kepada generasi-generasi berikutnya. Bentuk kegiatan ini adalah mengundang seniman-seniman yang berada di daerah sekitar untuk saling bersilaturrahmi di Sanggar Seni Al-Ikhlas dan memberikan motivasi-motivasi kepada anggota.·Membuat dan Membangun Ini merupakan kegiatan pengembangan sanggar, baik fisik maupun gaung sanggar itu sendiri agar menjadi lebih termasyhur di dunia seni nasional dan internasional.KEGIATAN EKSTERNALMengikuti festival-festival seni yang diadakan oleh pemerintah maupun swasta,Memenuhi undangan-undangan pementasan seni,Memfasilitasi event-event seni, danMenjadi duta daerah untuk pementasan seni di luar Aceh.